Ibu, bapak terimakasih untuk ingatan memorinya tentang saya adakalanya dada ini sesak ketika teringat dulu saya pergi tanpa sepengetahuan kalian, tanpa sedikitpun rasa benci dan dendam kemudian kalian hadir sesaat membawa warna hidup yang merubah suram sedikit cerah di tambah tumbuhnya seorang adik cewek yang cantik, crewet, bawel dan manja dan seorangnya lagi ganteng, tetapi semua itu tidak merubah cara perhatianmu terhadap saya.
Menghabiskan waktu dari pagi sampai tiba malam saya di suruh nginap bersama mereka, tetapi saya mengingat ada deadline kantor yang mesti saya selesaikan berhubungan dengan keuangan maka saya pun menolak dengan berat padahal sebenarnya kepincut banget.
Tiba saatnya saya pamitan pulang karena takut kemalaman di jalan ibu langsung mendekap erat dan kami pun terdiam lama dan sempat terdengar isak di sela-selanya, mencoba tegar dengan keadaan itu dengan tidak mau meneteskan air mata karena takutnya itu akan menjadi sebuah kelemahan yang akan memperburuk suasana, oleh karena itu saya memilih untuk memendam nya saja.
Saya bergegas pulang sesampainya di kost, ada sms masuk oh ternyata dari ibu dengan logat khas sulawesinya "sayang besok kalo lebaran di makassar saja ya biar bunda yang kirimkan ko biaya return kau lebaran sama ade' Nabilamu disini" senang luar biasa.... kemudian saya replay "ie bun terimaksih banyak, besok kalo nanda mau kesana tinggal saya info bunda saja"...
Hari ini jam 06: 00 WIT mereka semua kembali lagi ke Makassar, maaf ibu tanpa mengurangi rasa hormat hati ini bukan tidak mau antar ke bandara..., saya cuma bisa mengantar dengan do'a semoga ibu,, bapak, dan adik-adik selamat sampai di tujuan tanpa ada halangan sedikitpun.... :)
** I dedicate this article to my mother who has been adoptive and be my inspirator (DR. Dr. Hj. Habibah S. Muhidin, SpM (K).
