Selasa, 11 Juni 2013

"P I L I H A N"

PILIHAN .... sebuah kata yang senantiasa jadi pemicu problema dan juga dilema. Perjumpaan dengan pilihan juga kerap membuat manusia menuai buah simalakama. Ujungnya seringkali tawa bahagia, namun tak jarang pula duka nestapa.

Sebuah pilihan .... bisa berisi dua keputusan .... bisa juga tiga .... sepuluh ... dan bukan mustahil pula bila seratus. Yang bila diputuskan salah satu, masing-masing akan berbuah konsekuansi yang yang beragam.

Tatkala manusia bersua dengan pilihan, satu hal yang biasanya akan terjadi adalah munculnya kebimbangan dan keragu-raguan. Keraguan akan konsekuensi serta keraguan akan ending yang akan menjadi ujung dari pilihan. Sungguh manusiawi .....

Sebagai seorang Taurus sejati, dulu, saya kerap menyikapi pilihan dengan kebimbangan dan keraguan. Dan tatkala pilihan telah kuputuskan, saya selalu melangkah dengan beban tanda tanya yang saya pikul. Tanda tanya yang berisikan prakiraan akan ending dan ratapan serta konsekuensi yang (dulu) saya rasa nyeri bagaikan luka menganga. Putusan akan sebuah pilihan laksana sebuah kesalahan. Dan sesal, acap kali menjadi akhiran yang tertuai.

Apa yang salah???? Bukankah tatkala putusan dibuat, sebuah asa akan ending yang indah sudah tergambar walaupun samar??? Asa yang laksana sebuah kanvas tertoreh guratan sketsa yang seharusnya akan menjadi sebuah lukisan yang indah pada akhirnya???? Apa yang salah????

Penemuan jawaban akan pertanyaan tersebut kudapat jauh dari yang namanya instan. Proses berjalannya kehidupanku telah membuka pikiranku untuk mendapatkan jawaban bahwasanya adalah salah ketika saya menyesali putusan akan pilihanku. dan adalah keliru ketika saya meratapi konsekuensi yang akhirnya harus saya jalani.

Seharusnya, saat putusan akan pilihan telah dibuat, saya sikapi dengan dengan optimisme. Dan saat konsekuensi muncul, saya nikmati sebagai sebuah proses akan suatu pencapaian ending yang indah.

Bersua dengan pilihan, tak selayaknyalah manusia larut dalam kebimbangan dan keraguan. Larut dalam bimbang dan ragu hanya membuat kita seakan jalan di tempat .... tak bergerak .... statis ....
Putuskan segera ... jalani pilihan dengan sebaik-baiknya, nikmati prosesnya ....serta berdamailah dengan putusan itu.

Memutuskan .... sejatinya bukan hal yang mudah. Tapi sebagai manusia yang tak hanya punya raga melainkan juga jiwa, putuskanlah pilihanmu tidak hanya dengan logika, namun juga dengan rasa. Dan putuskanlah pilihanmu tak hanya dengan hitungan untung rugi, melainkan juga dengan nurani .......


Tidak ada komentar:

Posting Komentar